Rabu, 16 September 2026

42 SD se-Kecamatan Batukliang Bersatu, KKG PJOK Dorong Guru Hadirkan Perangkat Ajar yang Lebih Bermakna

 

42 SD se-Kecamatan Batukliang Bersatu, KKG PJOK Dorong Guru Hadirkan Perangkat Ajar yang Lebih Bermakna

                                                                   

BATUKLIANG suara komunitas (SK) — Sebanyak 42 sekolah dasar se-Kecamatan Batukliang mengikuti kegiatan Berbagi Praktik Baik dan Penyusunan Perangkat Ajar yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Batukliang, Rabu (16/9/2026), di SDN Lekong Madi. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kapasitas guru PJOK dalam merancang pembelajaran yang lebih terarah, kontekstual, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Hasanudin,S.Pd bersama Ketua KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Samsul Rizal, S.Pd. Keduanya menegaskan pentingnya KKG sebagai ruang belajar bersama bagi guru, bukan sekadar forum administratif.

Melalui kegiatan berbagi praktik baik, guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai penyusunan perangkat ajar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran PJOK di sekolah masing-masing.

Perangkat Ajar Harus Menjadi Instrumen Pembelajaran

Sebagai narasumber, Lalu Hadid Warsito, S.Pd,M.Pd Ketua KKG PJOK sekaligus Ketua IGORNAS, memberikan penguatan mengenai pentingnya menyusun perangkat ajar yang tidak berhenti pada kelengkapan administrasi.

Menurutnya, perangkat ajar harus benar-benar menjadi pedoman kerja guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

“Perangkat ajar jangan hanya selesai sebagai dokumen. Ia harus menjadi peta jalan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai,” ujar Lalu Hadid Warsito.

Ia juga menekankan bahwa guru PJOK memiliki tantangan tersendiri karena pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi banyak melibatkan aktivitas gerak, lingkungan sekolah, sarana-prasarana, kondisi fisik peserta didik, serta keberagaman kemampuan dan karakter siswa.

Karena itu, penyusunan perangkat ajar perlu dilakukan secara fleksibel, realistis, kontekstual, dan adaptif terhadap kondisi satuan pendidikan.

KKG sebagai Ruang Kolaborasi Profesional

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari 42 sekolah dasar tersebut berlangsung dalam suasana interaktif. Para guru didorong untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengangkat pengalaman nyata yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran.

Forum tersebut menjadi ruang untuk mendiskusikan bagaimana guru dapat menyusun perangkat ajar yang selaras antara tujuan pembelajaran, aktivitas gerak, asesmen, serta karakteristik peserta didik.

Ketua KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Samsul Rizal, S.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan KKG harus mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran guru PJOK.

“KKG harus menjadi tempat guru belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Ketika guru saling berbagi praktik baik, pengalaman yang dimiliki satu sekolah dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Hasanudin,S.Pd menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membangun budaya kolaborasi dan refleksi di kalangan guru.

Dari Berbagi Praktik Baik Menuju Pembelajaran Berkualitas

Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan perangkat ajar, tetapi juga membangun kesadaran bahwa peningkatan mutu pembelajaran membutuhkan proses yang berkelanjutan.

Guru diharapkan mampu melakukan refleksi terhadap perangkat yang telah digunakan, melihat efektivitasnya dalam pembelajaran, kemudian melakukan perbaikan berdasarkan kebutuhan peserta didik dan pengalaman di lapangan.

Dengan keterlibatan 42 sekolah dasar, kegiatan KKG PJOK Kecamatan Batukliang menjadi salah satu bentuk nyata penguatan komunitas belajar guru. Kolaborasi antarguru diharapkan terus berkembang sehingga praktik baik yang muncul dari satu sekolah dapat direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan di sekolah lainnya.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perangkat ajar bukan semata-mata terlihat dari kelengkapan formatnya, tetapi dari sejauh mana perangkat tersebut mampu membantu guru menghadirkan pembelajaran PJOK yang aktif, aman, menyenangkan, inklusif, dan memberikan dampak nyata terhadap perkembangan peserta didik.

KKG PJOK Kecamatan Batukliang berkomitmen menjadikan budaya berbagi praktik baik sebagai bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran PJOK di satuan pendidikan.(Red)

Senin, 14 September 2026

H. Lalu Firman Wijaya Hadiri Upacara Bendera di SDN 22 Praya, Tanamkan Semangat Disiplin dan Karakter Pramuka

 

H. Lalu Firman Wijaya Hadiri Upacara Bendera di SDN 22 Praya, Tanamkan Semangat Disiplin dan Karakter Pramuka

Foto bersama guru dan kepala sekolah 

 SUARA KOMUNITAS (SK)Praya, 14 September 2026— Pelaksanaan upacara bendera di SDN 22 Praya pada Senin (14/9/2026) berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat. Berbeda dari biasanya, seluruh peserta upacara mengenakan seragam Pramuka, sehingga suasana semakin mencerminkan semangat kedisiplinan, kebersamaan, dan pembentukan karakter generasi muda.

Upacara tersebut dihadiri oleh Ketua PGRI, H Sumum, dan H Syafrudin, serta mendapat perhatian khusus dari H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lombok Tengah sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, yang bertindak sebagai Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, H. Lalu Firman Wijaya menyampaikan pentingnya membangun karakter peserta didik sejak dini melalui pembiasaan positif, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan kepramukaan yang menekankan pembentukan generasi muda yang mandiri, tangguh, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan.

“Pramuka bukan sekadar mengenakan seragam, tetapi bagaimana nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan gotong royong dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kepala SDN 22 Praya, Hj. Laela, S.Pd., M.Pd., bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan turut mendampingi jalannya upacara. Para peserta didik mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan menunjukkan sikap disiplin selama seluruh rangkaian upacara berlangsung.

Kehadiran Ketua Kwarcab Pramuka Lombok Tengah sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah menjadi momentum yang sangat berarti bagi keluarga besar SDN 22 Praya. Hal ini sekaligus memberikan motivasi kepada peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri melalui pendidikan, kegiatan kepramukaan, dan pembiasaan karakter positif.

Upacara bendera ini bukan hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai Nasionalisme, Disiplin, Kepemimpinan, Kebersamaan, dan Tanggung jawab kepada generasi penerus bangsa.

Jumat, 11 September 2026

SDN Sulin Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanganan Bencana Kebakaran Bersama DAMKARTAN Lombok Tengah

 

SDN Sulin Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanganan Bencana Kebakaran Bersama DAMKARTAN Lombok Tengah

Lombok Tengah suara komunitas (sk) — SDN Sulin melaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi penanganan bencana kebakaran bekerja sama dengan DAMKARTAN Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman warga sekolah terhadap potensi bencana kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik dan guru mendapatkan edukasi mengenai penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan, prosedur evakuasi, serta tindakan yang tepat ketika terjadi kebakaran. Tim DAMKARTAN juga memberikan praktik dan simulasi sederhana mengenai cara menghadapi kebakaran secara aman dan tepat.

Kegiatan berlangsung secara edukatif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan serta simulasi yang diberikan oleh petugas. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga keselamatan diri, mengenali sumber bahaya, serta mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat.

Kepala SDN Sulin, L. Abd Jihad Hadi, S.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu dikenalkan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan budaya keselamatan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini sangat penting untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana kebakaran. Kami berharap seluruh warga sekolah semakin sadar terhadap potensi bahaya dan mampu melakukan tindakan yang tepat ketika terjadi keadaan darurat,” ungkap L. Abd Jihad Hadi, S.Pd.

Kerja sama SDN Sulin dengan DAMKARTAN Kabupaten Lombok Tengah diharapkan dapat terus dikembangkan dalam rangka membangun satuan pendidikan yang aman, tanggap, dan siap menghadapi bencana.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebencanaan, tetapi merupakan kesadaran dan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.

SDN Sulin — Sekolah Aman, Warga Sekolah Tanggap Bencana.

Selasa, 25 Agustus 2026

IGORNAS Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan, Lalu Hadid Warsito Pimpin Kepengurusan Masa Bakti 2026–2029

 

IGORNAS Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan, Lalu Hadid Warsito Pimpin Kepengurusan Masa Bakti 2026–2029

LOMBOK TENGAH  SUARA KOMUNITAS (SK)— Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kabupaten Lombok Tengah resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2029. Kepengurusan tersebut disahkan melalui Surat Keputusan Pengurus Provinsi IGORNAS Nusa Tenggara Barat Nomor 104/SK–IGORNASNTB/VIII/2026 yang ditetapkan di Mataram pada 24 Agustus 2026.

Pengesahan kepengurusan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran guru olahraga sebagai bagian strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan jasmani, olahraga, dan pembinaan prestasi olahraga di Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam surat keputusan tersebut disebutkan bahwa pengesahan dilakukan sehubungan dengan telah terbentuknya susunan Pengurus IGORNAS Kabupaten Lombok Tengah masa bakti 2026–2029 berdasarkan hasil musyawarah pembentukan organisasi.

Hadid Warsito Dipercaya Memimpin IGORNAS Lombok Tengah

Dalam struktur kepengurusan yang ditetapkan, Lalu Hadid Warsito, S.Pd., M.Pd. dipercaya sebagai Ketua Pengurus IGORNAS Kabupaten Lombok Tengah untuk masa bakti 2026–2029. Ia didampingi oleh Pahrurriadi, S.Pd. sebagai Wakil Ketua I, Lalu Suriadi, S.Pd. sebagai Wakil Ketua II, Kamrin Amin, S.Pd. sebagai Sekretaris I, Sofyan Martila, S.Pd. sebagai Sekretaris II, serta Maryam Rahmah, S.Pd. sebagai Bendahara.

Komposisi tersebut diperkuat dengan sejumlah koordinator wilayah yang mencakup Wilayah Utara, Wilayah Tengah, dan Wilayah Selatan. Pembagian wilayah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan memperluas jangkauan program IGORNAS hingga ke berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah.

Perkuat Organisasi dan Pengembangan Profesional Guru Olahraga

Tidak hanya mengandalkan struktur inti, kepengurusan IGORNAS Lombok Tengah juga dilengkapi dengan sejumlah bidang strategis, yakni Bidang Organisasi, Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bidang Sarana dan Prasarana, Bidang Dana dan Usaha, serta Bidang Komunikasi, Informasi dan Kerja Sama.

Keberadaan bidang-bidang tersebut menunjukkan bahwa IGORNAS Lombok Tengah diarahkan tidak sekadar menjadi wadah administratif guru olahraga, tetapi juga sebagai organisasi profesi yang mampu mendorong pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, penelitian, penguatan sarana olahraga, jejaring kerja sama, hingga pembinaan prestasi.

Bidang Penelitian dan Pengembangan, misalnya, memiliki ruang strategis dalam mendorong lahirnya kajian dan inovasi di bidang olahraga pendidikan. Sementara itu, bidang Sarana dan Prasarana dapat menjadi salah satu penggerak dalam mendorong pemanfaatan serta pengembangan fasilitas olahraga yang lebih efektif di satuan pendidikan.

Sinergi dengan Pemerintah dan Stakeholder Olahraga

Dalam struktur kepengurusan, sejumlah unsur pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga ditempatkan sebagai pelindung, penasihat, dan pembina. Di antaranya Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati Lombok Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Kemenag Kabupaten Lombok Tengah, Ketua Umum KONI Kabupaten Lombok Tengah, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Tengah.

Komposisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun sinergi lintas sektor. Guru olahraga tidak hanya memiliki peran dalam proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga berada pada posisi strategis dalam menemukan, mengembangkan, dan membina potensi olahraga peserta didik sejak usia dini.

Dengan demikian, keberadaan IGORNAS diharapkan mampu menjadi jembatan antara pendidikan, olahraga masyarakat, pembinaan atlet usia dini, dan olahraga prestasi di Kabupaten Lombok Tengah.

Menuju Ekosistem Olahraga Pendidikan yang Lebih Kuat

Kepengurusan baru IGORNAS Lombok Tengah memiliki tantangan sekaligus peluang yang besar. Perkembangan olahraga pendidikan membutuhkan guru olahraga yang adaptif, profesional, inovatif, serta mampu mengikuti perubahan paradigma pembelajaran dan perkembangan ilmu pengetahuan olahraga.

Di sisi lain, potensi olahraga pelajar di Lombok Tengah cukup besar. Sekolah merupakan salah satu basis utama dalam proses identifikasi dan pembinaan talenta olahraga. Karena itu, penguatan kapasitas guru PJOK dan guru olahraga menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Melalui kepengurusan masa bakti 2026–2029, IGORNAS Lombok Tengah diharapkan mampu menghadirkan program-program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Mulai dari peningkatan kompetensi profesional guru olahraga, pengembangan pembelajaran PJOK berbasis kebutuhan peserta didik, penelitian olahraga pendidikan, pembinaan talenta olahraga, hingga penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah dan organisasi olahraga.

Surat keputusan tersebut menegaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya, Pengurus IGORNAS Kabupaten Lombok Tengah harus tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IGORNAS. SK berlaku sejak tanggal ditetapkan, yaitu 24 Agustus 2026.

Momentum Membangun Prestasi dari Sekolah

Pengukuhan kepengurusan baru ini pada akhirnya bukan sekadar pergantian atau pembentukan struktur organisasi. Lebih jauh, momentum tersebut dapat menjadi titik awal untuk membangun gerakan bersama dalam menjadikan sekolah sebagai pusat pengembangan budaya hidup aktif, kebugaran jasmani, karakter, dan prestasi olahraga.

IGORNAS Lombok Tengah diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan olahraga pendidikan di era modern. Guru olahraga tidak hanya dituntut mengajarkan keterampilan gerak, tetapi juga membentuk peserta didik yang sehat, disiplin, sportif, percaya diri, mampu bekerja sama, serta memiliki gaya hidup aktif.

Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, kepengurusan IGORNAS Lombok Tengah masa bakti 2026–2029 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan olahraga di daerah.

Dari sekolah, talenta olahraga ditemukan. Dari guru olahraga, potensi dibina. Dan melalui sinergi yang kuat, prestasi Lombok Tengah dapat terus ditumbuhkan.