Selasa, 25 Agustus 2026

IGORNAS Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan, Lalu Hadid Warsito Pimpin Kepengurusan Masa Bakti 2026–2029

 

IGORNAS Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan, Lalu Hadid Warsito Pimpin Kepengurusan Masa Bakti 2026–2029

LOMBOK TENGAH  SUARA KOMUNITAS (SK)— Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kabupaten Lombok Tengah resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2029. Kepengurusan tersebut disahkan melalui Surat Keputusan Pengurus Provinsi IGORNAS Nusa Tenggara Barat Nomor 104/SK–IGORNASNTB/VIII/2026 yang ditetapkan di Mataram pada 24 Agustus 2026.

Pengesahan kepengurusan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran guru olahraga sebagai bagian strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan jasmani, olahraga, dan pembinaan prestasi olahraga di Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam surat keputusan tersebut disebutkan bahwa pengesahan dilakukan sehubungan dengan telah terbentuknya susunan Pengurus IGORNAS Kabupaten Lombok Tengah masa bakti 2026–2029 berdasarkan hasil musyawarah pembentukan organisasi.

Hadid Warsito Dipercaya Memimpin IGORNAS Lombok Tengah

Dalam struktur kepengurusan yang ditetapkan, Lalu Hadid Warsito, S.Pd., M.Pd. dipercaya sebagai Ketua Pengurus IGORNAS Kabupaten Lombok Tengah untuk masa bakti 2026–2029. Ia didampingi oleh Pahrurriadi, S.Pd. sebagai Wakil Ketua I, Lalu Suriadi, S.Pd. sebagai Wakil Ketua II, Kamrin Amin, S.Pd. sebagai Sekretaris I, Sofyan Martila, S.Pd. sebagai Sekretaris II, serta Maryam Rahmah, S.Pd. sebagai Bendahara.

Komposisi tersebut diperkuat dengan sejumlah koordinator wilayah yang mencakup Wilayah Utara, Wilayah Tengah, dan Wilayah Selatan. Pembagian wilayah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan memperluas jangkauan program IGORNAS hingga ke berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah.

Perkuat Organisasi dan Pengembangan Profesional Guru Olahraga

Tidak hanya mengandalkan struktur inti, kepengurusan IGORNAS Lombok Tengah juga dilengkapi dengan sejumlah bidang strategis, yakni Bidang Organisasi, Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bidang Sarana dan Prasarana, Bidang Dana dan Usaha, serta Bidang Komunikasi, Informasi dan Kerja Sama.

Keberadaan bidang-bidang tersebut menunjukkan bahwa IGORNAS Lombok Tengah diarahkan tidak sekadar menjadi wadah administratif guru olahraga, tetapi juga sebagai organisasi profesi yang mampu mendorong pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, penelitian, penguatan sarana olahraga, jejaring kerja sama, hingga pembinaan prestasi.

Bidang Penelitian dan Pengembangan, misalnya, memiliki ruang strategis dalam mendorong lahirnya kajian dan inovasi di bidang olahraga pendidikan. Sementara itu, bidang Sarana dan Prasarana dapat menjadi salah satu penggerak dalam mendorong pemanfaatan serta pengembangan fasilitas olahraga yang lebih efektif di satuan pendidikan.

Sinergi dengan Pemerintah dan Stakeholder Olahraga

Dalam struktur kepengurusan, sejumlah unsur pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga ditempatkan sebagai pelindung, penasihat, dan pembina. Di antaranya Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati Lombok Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Kemenag Kabupaten Lombok Tengah, Ketua Umum KONI Kabupaten Lombok Tengah, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Tengah.

Komposisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun sinergi lintas sektor. Guru olahraga tidak hanya memiliki peran dalam proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga berada pada posisi strategis dalam menemukan, mengembangkan, dan membina potensi olahraga peserta didik sejak usia dini.

Dengan demikian, keberadaan IGORNAS diharapkan mampu menjadi jembatan antara pendidikan, olahraga masyarakat, pembinaan atlet usia dini, dan olahraga prestasi di Kabupaten Lombok Tengah.

Menuju Ekosistem Olahraga Pendidikan yang Lebih Kuat

Kepengurusan baru IGORNAS Lombok Tengah memiliki tantangan sekaligus peluang yang besar. Perkembangan olahraga pendidikan membutuhkan guru olahraga yang adaptif, profesional, inovatif, serta mampu mengikuti perubahan paradigma pembelajaran dan perkembangan ilmu pengetahuan olahraga.

Di sisi lain, potensi olahraga pelajar di Lombok Tengah cukup besar. Sekolah merupakan salah satu basis utama dalam proses identifikasi dan pembinaan talenta olahraga. Karena itu, penguatan kapasitas guru PJOK dan guru olahraga menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Melalui kepengurusan masa bakti 2026–2029, IGORNAS Lombok Tengah diharapkan mampu menghadirkan program-program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Mulai dari peningkatan kompetensi profesional guru olahraga, pengembangan pembelajaran PJOK berbasis kebutuhan peserta didik, penelitian olahraga pendidikan, pembinaan talenta olahraga, hingga penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah dan organisasi olahraga.

Surat keputusan tersebut menegaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya, Pengurus IGORNAS Kabupaten Lombok Tengah harus tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IGORNAS. SK berlaku sejak tanggal ditetapkan, yaitu 24 Agustus 2026.

Momentum Membangun Prestasi dari Sekolah

Pengukuhan kepengurusan baru ini pada akhirnya bukan sekadar pergantian atau pembentukan struktur organisasi. Lebih jauh, momentum tersebut dapat menjadi titik awal untuk membangun gerakan bersama dalam menjadikan sekolah sebagai pusat pengembangan budaya hidup aktif, kebugaran jasmani, karakter, dan prestasi olahraga.

IGORNAS Lombok Tengah diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan olahraga pendidikan di era modern. Guru olahraga tidak hanya dituntut mengajarkan keterampilan gerak, tetapi juga membentuk peserta didik yang sehat, disiplin, sportif, percaya diri, mampu bekerja sama, serta memiliki gaya hidup aktif.

Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, kepengurusan IGORNAS Lombok Tengah masa bakti 2026–2029 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan olahraga di daerah.

Dari sekolah, talenta olahraga ditemukan. Dari guru olahraga, potensi dibina. Dan melalui sinergi yang kuat, prestasi Lombok Tengah dapat terus ditumbuhkan.

Minggu, 23 Agustus 2026

 

KKG PJOK Kecamatan Jonggat Perkuat Tindak Lanjut Asesmen TKPN untuk Mewujudkan Pembelajaran PJOK Berbasis Data

Lombok Tengah, 22 Agustus 2026 .Suara Komunitas (SK)— Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (KKG PJOK) Kecamatan Jonggat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK melalui pemanfaatan hasil asesmen secara sistematis dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tindak Lanjut Asesmen Awal Tahun melalui Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di SDN 3 Puyung. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para guru PJOK untuk melakukan refleksi, membahas hasil pelaksanaan TKPN, sekaligus merumuskan strategi tindak lanjut yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari pelaksanaan asesmen diagnostik awal tahun yang telah dilakukan oleh guru PJOK SD se-Kecamatan Jonggat. Melalui asesmen tersebut, guru memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kebugaran peserta didik yang selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam merancang pembelajaran sesuai kebutuhan, karakteristik, dan kemampuan peserta didik.

Dari Data Asesmen Menuju Tindakan Nyata

Ketua KKG PJOK Kecamatan Jonggat, Lalu Hadid Warsito, S.Pd.Gr., M.Pd., menegaskan pentingnya mengubah hasil asesmen menjadi informasi yang memiliki manfaat nyata bagi proses pembelajaran.

Asesmen, menurut kerangka kegiatan KKG, tidak berhenti pada kegiatan mengukur dan menghasilkan angka. Data hasil TKPN perlu dianalisis untuk mengetahui kondisi peserta didik, memetakan kebutuhan kebugaran, serta menentukan bentuk intervensi pembelajaran yang tepat.

“Hasil asesmen harus menjadi dasar untuk mengambil tindakan pembelajaran. Guru tidak cukup hanya mengetahui nilai peserta didik, tetapi perlu memahami apa makna dari data tersebut dan bagaimana menggunakannya untuk membantu peserta didik berkembang,” demikian semangat yang menjadi landasan kegiatan tindak lanjut KKG PJOK Kecamatan Jonggat.

Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan pendampingan khusus, menentukan program remedial maupun pengayaan, serta menyusun strategi pembelajaran PJOK yang lebih responsif terhadap kondisi nyata peserta didik.

Guru PJOK Didorong Lebih Cermat Membaca Hasil TKPN

Dalam pelaksanaan kegiatan, pembahasan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan TKPN, pengolahan dan analisis hasil asesmen, pemetaan kondisi kebugaran peserta didik, hingga penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Selain itu, peserta juga membahas penyusunan program remedial dan pengayaan serta strategi pembelajaran PJOK berdasarkan hasil asesmen. Diskusi dan refleksi terhadap pelaksanaan TKPN menjadi bagian penting agar pengalaman di lapangan dapat menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan asesmen berikutnya.

Forum KKG juga menjadi ruang berbagi praktik antarguru. Berdasarkan notulen kegiatan, pembahasan mencakup praktik pelaksanaan TKPN oleh guru olahraga, termasuk aspek teknis pengukuran dan pencatatan hasil. Di antaranya dibahas pelaksanaan lari 20 meter, pengukuran jarak dan waktu, serta teknik pengukuran beberapa komponen kebugaran.

Memperkuat Budaya Kolaborasi Guru

Kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pembelajaran PJOK tidak hanya bergantung pada kemampuan guru secara individual, tetapi juga membutuhkan budaya kolaborasi melalui KKG.

Dengan berbagi pengalaman, mendiskusikan kendala teknis, serta menyamakan pemahaman terhadap prosedur asesmen, guru dapat membangun praktik pembelajaran yang lebih terarah dan konsisten.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan KKG PJOK Kecamatan Jonggat untuk menjadikan hasil TKPN sebagai bagian dari proses perencanaan pembelajaran, bukan sekadar dokumen administrasi.

Dalam undangan kegiatan, guru juga diarahkan membawa rekap hasil asesmen TKPN, data pemetaan atau kategori kebugaran, serta perangkat pembelajaran yang relevan untuk dikembangkan dalam kegiatan RTL.

Menuju Pembelajaran PJOK yang Lebih Personal dan Bermakna

Tindak lanjut asesmen TKPN memiliki arti penting dalam membangun pembelajaran PJOK yang lebih berbasis data, adaptif, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.

Setiap peserta didik memiliki kondisi fisik, kemampuan gerak, pengalaman olahraga, dan tingkat kebugaran yang berbeda. Karena itu, hasil asesmen dapat menjadi pijakan bagi guru untuk menentukan bentuk pembelajaran yang lebih sesuai, memberikan tantangan yang proporsional, sekaligus memberikan pendampingan kepada peserta didik yang membutuhkan.

Pada akhirnya, asesmen bukanlah tujuan akhir. Nilai terpenting dari asesmen terletak pada keputusan pembelajaran yang lahir setelah data tersebut dianalisis.

Melalui kegiatan tindak lanjut ini, KKG PJOK Kecamatan Jonggat menunjukkan langkah konkret menuju praktik pembelajaran PJOK yang lebih reflektif dan berbasis bukti. Hasil TKPN diharapkan tidak berhenti sebagai angka dalam lembar rekap, tetapi berkembang menjadi peta kebutuhan peserta didik, dasar perencanaan pembelajaran, serta pijakan untuk meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup aktif peserta didik secara berkelanjutan.

Kegiatan KKG tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa guru PJOK memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya terampil bergerak, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kebugaran, kesehatan, dan gaya hidup aktif sejak usia sekolah.

Jumat, 14 Agustus 2026

PEMBAGIAN HADIAH LOMBA GERAK JALAN HUT KE-81 RI KECAMATAN JONGGAT BERLANGSUNG MERIAH

 

PEMBAGIAN HADIAH LOMBA GERAK JALAN HUT KE-81 RI KECAMATAN JONGGAT BERLANGSUNG MERIAH

                             

SUARA KOMUNITAS (SK) Jonggat 14 agustus,Lombok Tengah — Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kecamatan Jonggat terus berlangsung dengan penuh semangat. Setelah sukses melaksanakan lomba Gerak Jalan Cepat Tepat yang diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan penghargaan kepada para pemenang.

Kegiatan pembagian hadiah dilaksanakan di Aula Gedung PGRI Kecamatan Jonggat dan dihadiri oleh jajaran Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Jonggat, pengurus PGRI, panitia, serta para penerima penghargaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada sekolah dan regu yang telah menunjukkan prestasi, kedisiplinan, sportivitas, kreativitas, serta semangat dalam mengikuti lomba.

Pembagian hadiah tersebut turut dikoordinasikan oleh Korwil Kecamatan Jonggat, Muh. Jaelani, bersama Ketua PGRI Kecamatan Jonggat, Zaenal, S.Pd. Keduanya memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh peserta, guru pendamping, panitia, juri, dan berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Gerak Jalan dalam rangka HUT ke-81 RI.

Dalam kesempatan tersebut, suasana penuh kebersamaan terlihat ketika para pemenang menerima penghargaan berupa piala dan sertifikat. Penghargaan tidak hanya diberikan kepada juara utama, tetapi juga kepada regu yang dinilai memiliki karakter dan keunggulan khusus.

Berdasarkan daftar resmi pemenang, untuk kategori putra, Juara I diraih oleh SDN 1 Perina, Juara II SDN 1 Barejulat, dan Juara III SDN 2 Labulia. Sementara kategori Juara Harapan I sampai V masing-masing diraih oleh SDN 1 Ubung, SDN Selanglet, SDN 2 Bunjeruk, SDN Galang Bulan, dan SDN Bunsambang.

Untuk kategori putri, Juara I diraih oleh SDN 1 Labulia, Juara II SDN 3 Puyung, dan Juara III SDN 1 Gemel. Adapun Juara Harapan I sampai V diraih oleh SDN Sulin, SDN 2 Perine, SDN 2 Nyerot, SDN 1 Sukarara, dan SDN Beber.

Selain penghargaan berdasarkan peringkat, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan kategori khusus, sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai positif yang ditampilkan peserta selama kegiatan. Penghargaan tersebut meliputi Regu Terfavorit kepada SDN Manggong, Regu Paling Sportif kepada SDN 3 Berejulat, Regu Paling Semangat kepada SDN Dasan Baru, Regu Paling Disiplin kepada SDN Dasan Sebelek, serta Regu dengan Semangat Juang Terbaik kepada SDN Burhana.

Sementara itu, pada kategori kreativitas diberikan penghargaan kepada SDN Aik Ara sebagai Regu Kreativitas Terbaik, SDN Embung Duduk sebagai Regu Yel-Yel Terbaik, serta SDN 2 Labulia sebagai Regu Inspiratif.

Korwil Kecamatan Jonggat Muh. Jaelani,S.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah yang telah berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan Gerak Jalan bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan juara, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, sportivitas, kreativitas, dan semangat kebersamaan di kalangan peserta didik.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kecamatan Jonggat, Zaenal, S.Pd., memberikan penghargaan kepada seluruh peserta dan guru pendamping yang telah mempersiapkan regu masing-masing dengan penuh kesungguhan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan semangat kebangsaan peserta didik.

Pembagian hadiah berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebanggaan. Para pemenang berfoto bersama sambil membawa piala dan sertifikat penghargaan sebagai bukti atas prestasi yang telah mereka raih.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian perlombaan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Kecamatan Jonggat dengan pesan penting bahwa setiap peserta adalah pemenang ketika mampu menunjukkan disiplin, sportivitas, kekompakan, kreativitas, dan semangat juang dalam setiap langkahnya.

Dengan suksesnya kegiatan tersebut, diharapkan semangat memperingati kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus tumbuh menjadi semangat untuk membangun generasi muda Kecamatan Jonggat yang sehat, disiplin, berkarakter, sportif, kreatif, dan berprestasi.

Minggu, 09 Agustus 2026

KETUA K3S LEPAS RATUSAN REGU GERAK JALAN CEPAT TEPAT, SEMARAK HUT KE-81 RI BERGEMA DI JONGGAT

 

KETUA K3S LEPAS RATUSAN REGU GERAK JALAN CEPAT TEPAT, SEMARAK HUT KE-81 RI BERGEMA DI JONGGAT


Ketua K3S Kecamatan Jonggat melepas peserta Gerak Jalan Cepat Tepat tingkat Kecamatan Jonggat dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan terselenggara melalui kolaborasi KKG PJOK dan PGRI Kecamatan Jonggat dengan melibatkan sekolah-sekolah se-Kecamatan Jonggat.

SUARA KOMUNITAS (SK) JONGGAT, 9 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan menggema di Kecamatan Jonggat. Ratusan regu dari berbagai sekolah se-Kecamatan Jonggat mengikuti Gerak Jalan Cepat Tepat Tingkat Kecamatan Jonggat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung meriah, penuh semangat, dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta, guru, pembina, serta masyarakat. Para peserta tampil dengan berbagai seragam dan atribut sekolah masing-masing, mencerminkan kreativitas, kekompakan, dan semangat kebersamaan dalam menyambut hari kemerdekaan.

Kegiatan secara resmi dilepas oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Jonggat. Pelepasan tersebut menjadi penanda dimulainya perlombaan yang mempertemukan ratusan regu dari sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Jonggat.

Gerak Jalan Cepat Tepat ini terselenggara melalui kolaborasi KKG PJOK dan PGRI Kecamatan Jonggat, dengan dukungan penuh dari para kepala sekolah, guru, pembina, dan seluruh satuan pendidikan yang berpartisipasi.

Ketua PGRI: Momentum Mempererat Persatuan

Ketua PGRI Kecamatan Jonggat, Zaenal, S.Pd., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan gerak jalan bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan dan persaudaraan antarsekolah.

“Kami dari PGRI Kecamatan Jonggat sangat mengapresiasi kegiatan ini. Gerak jalan menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi antarguru, antarsekolah, dan tentunya antarpeserta didik. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga dan kembangkan,” ujar Zaenal, S.Pd.

Ia menambahkan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Anak-anak perlu belajar bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan. Karena itu, semangat disiplin, kerja keras, gotong royong, sportivitas, dan pantang menyerah harus terus kita tanamkan melalui berbagai kegiatan positif seperti ini,” tambahnya.

K3S Jonggat Selatan: Pendidikan Karakter Melalui Olahraga

Sementara itu, Ketua K3S Jonggat Selatan, Bq. Nely, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan gerak jalan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik.

Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa karena mereka belajar secara langsung mengenai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas.

“Kegiatan seperti ini sangat positif bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar tentang olahraga, tetapi juga belajar bagaimana bekerja sama, menjaga kekompakan, mengikuti aturan, dan bertanggung jawab terhadap regunya. Nilai-nilai inilah yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak,” ungkap Bq. Nely, S.Pd.

Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

“Kami memberikan apresiasi kepada KKG PJOK, PGRI, para kepala sekolah, guru, pembina, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan meriah dan tertib. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin baik pada tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

KKG PJOK: Gerak Jalan Bukan Sekadar Mencari Juara

Ketua KKG PJOK Kecamatan Jonggat, Lalu Hadid Warsito, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk mencari pemenang, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik melalui aktivitas olahraga.

“Kegiatan ini bukan semata-mata mencari siapa yang tercepat atau siapa yang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak belajar tentang disiplin, kekompakan, tanggung jawab, sportivitas, dan semangat kebersamaan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada PGRI, K3S, seluruh kepala sekolah, guru, pembina, peserta, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan.

“Ini adalah kerja bersama. KKG PJOK tidak mungkin dapat melaksanakan kegiatan sebesar ini tanpa dukungan semua pihak. Kolaborasi antara KKG PJOK dan PGRI menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan ini,” tambahnya.

Ratusan Regu, Satu Semangat Kemerdekaan

Kemeriahan semakin terasa ketika ratusan regu mulai bergerak mengikuti rute yang telah ditentukan. Sorak-sorai dukungan dari guru, orang tua, dan masyarakat menambah semangat para peserta.

Setiap regu berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya. Ketepatan langkah, kerapian barisan, kekompakan, kedisiplinan, dan semangat menjadi bagian penting yang terlihat sepanjang perlombaan.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana olahraga dapat menjadi media pendidikan karakter dan pemersatu.

Melalui kegiatan tersebut, semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya dirayakan melalui kemeriahan, tetapi juga melalui gerakan nyata untuk membangun generasi muda yang sehat, disiplin, sportif, percaya diri, dan memiliki semangat kebangsaan.

Kegiatan Gerak Jalan Cepat Tepat Kecamatan Jonggat akhirnya menjadi momentum penting yang mempertemukan siswa, guru, kepala sekolah, organisasi profesi, dan masyarakat dalam satu semangat:

“Bergerak Bersama, Sehat Bersama, Kompak Bersama, dan Berprestasi untuk Indonesia.”

 Semarak HUT ke-81 RI, KKG PJOK dan PGRI Jonggat Gelar Gerak Jalan Cepat Tepat, Ratusan Regu Tampilkan Semangat dan Kekompakan

SUARA KOMUNITAS (SK) .JONGGAT, 9 Agustus 2026 — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di Kecamatan Jonggat. Ratusan regu dari berbagai sekolah di seluruh wilayah Kecamatan Jonggat mengikuti kegiatan Gerak Jalan Cepat Tepat yang berlangsung meriah, penuh semangat, dan sarat dengan nilai kebersamaan.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (KKG PJOK) Kecamatan Jonggat bersama PGRI Kecamatan Jonggat sebagai bentuk partisipasi aktif insan pendidikan dalam menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak kegiatan dimulai, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Para siswa tampil dengan berbagai seragam dan atribut khas sekolah masing-masing. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam menjaga ketertiban dan kekompakan barisan, tetapi juga memperlihatkan semangat, keceriaan, dan rasa percaya diri dalam mengikuti perlombaan.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya para guru, pembina, serta masyarakat yang memberikan dukungan kepada peserta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarsekolah sekaligus membangun karakter peserta didik melalui olahraga.

Ketua KKG PJOK Kecamatan Jonggat, Lalu Hadid Warsito, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara KKG PJOK dan PGRI dalam memberikan ruang positif bagi peserta didik untuk memperingati Hari Kemerdekaan.

“Gerak jalan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan disiplin, kekompakan, sportivitas, tanggung jawab, serta semangat nasionalisme kepada anak-anak kita,” ungkapnya.

Menurutnya, tingginya partisipasi sekolah menunjukkan bahwa semangat kebersamaan di lingkungan pendidikan Kecamatan Jonggat sangat kuat. Kolaborasi antara KKG PJOK dan PGRI Kecamatan Jonggat juga menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Gerak jalan juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik. Mereka belajar bekerja sama dalam satu regu, menjaga konsistensi langkah, mematuhi aturan, serta menyelesaikan perlombaan dengan penuh tanggung jawab.

Tidak hanya menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini sekaligus menjadi perayaan kemerdekaan yang menyatukan siswa, guru, sekolah, organisasi profesi, dan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan.

Dengan semangat “Kemerdekaan, Kebersamaan, dan Sportivitas”, KKG PJOK dan PGRI Kecamatan Jonggat berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan budaya olahraga di lingkungan sekolah.

Gerak jalan ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, tetapi juga melalui gerak, kebersamaan, sportivitas, dan prestasi generasi muda.