42 SD se-Kecamatan Batukliang Bersatu, KKG PJOK Dorong Guru Hadirkan Perangkat Ajar yang Lebih Bermakna
BATUKLIANG suara komunitas (SK) — Sebanyak 42 sekolah dasar se-Kecamatan Batukliang mengikuti kegiatan Berbagi Praktik Baik dan Penyusunan Perangkat Ajar yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Batukliang, Rabu (16/9/2026), di SDN Lekong Madi. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kapasitas guru PJOK dalam merancang pembelajaran yang lebih terarah, kontekstual, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Hasanudin,S.Pd bersama Ketua KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Samsul Rizal, S.Pd. Keduanya menegaskan pentingnya KKG sebagai ruang belajar bersama bagi guru, bukan sekadar forum administratif.
Melalui kegiatan berbagi praktik baik, guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai penyusunan perangkat ajar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran PJOK di sekolah masing-masing.
Perangkat Ajar Harus Menjadi Instrumen Pembelajaran
Sebagai narasumber, Lalu Hadid Warsito, S.Pd,M.Pd Ketua KKG PJOK sekaligus Ketua IGORNAS, memberikan penguatan mengenai pentingnya menyusun perangkat ajar yang tidak berhenti pada kelengkapan administrasi.
Menurutnya, perangkat ajar harus benar-benar menjadi pedoman kerja guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
“Perangkat ajar jangan hanya selesai sebagai dokumen. Ia harus menjadi peta jalan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai,” ujar Lalu Hadid Warsito.
Ia juga menekankan bahwa guru PJOK memiliki tantangan tersendiri karena pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi banyak melibatkan aktivitas gerak, lingkungan sekolah, sarana-prasarana, kondisi fisik peserta didik, serta keberagaman kemampuan dan karakter siswa.
Karena itu, penyusunan perangkat ajar perlu dilakukan secara fleksibel, realistis, kontekstual, dan adaptif terhadap kondisi satuan pendidikan.
KKG sebagai Ruang Kolaborasi Profesional
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari 42 sekolah dasar tersebut berlangsung dalam suasana interaktif. Para guru didorong untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengangkat pengalaman nyata yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran.
Forum tersebut menjadi ruang untuk mendiskusikan bagaimana guru dapat menyusun perangkat ajar yang selaras antara tujuan pembelajaran, aktivitas gerak, asesmen, serta karakteristik peserta didik.
Ketua KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Samsul Rizal, S.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan KKG harus mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran guru PJOK.
“KKG harus menjadi tempat guru belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Ketika guru saling berbagi praktik baik, pengalaman yang dimiliki satu sekolah dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Hasanudin,S.Pd menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membangun budaya kolaborasi dan refleksi di kalangan guru.
Dari Berbagi Praktik Baik Menuju Pembelajaran Berkualitas
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan perangkat ajar, tetapi juga membangun kesadaran bahwa peningkatan mutu pembelajaran membutuhkan proses yang berkelanjutan.
Guru diharapkan mampu melakukan refleksi terhadap perangkat yang telah digunakan, melihat efektivitasnya dalam pembelajaran, kemudian melakukan perbaikan berdasarkan kebutuhan peserta didik dan pengalaman di lapangan.
Dengan keterlibatan 42 sekolah dasar, kegiatan KKG PJOK Kecamatan Batukliang menjadi salah satu bentuk nyata penguatan komunitas belajar guru. Kolaborasi antarguru diharapkan terus berkembang sehingga praktik baik yang muncul dari satu sekolah dapat direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan di sekolah lainnya.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perangkat ajar bukan semata-mata terlihat dari kelengkapan formatnya, tetapi dari sejauh mana perangkat tersebut mampu membantu guru menghadirkan pembelajaran PJOK yang aktif, aman, menyenangkan, inklusif, dan memberikan dampak nyata terhadap perkembangan peserta didik.
KKG PJOK Kecamatan Batukliang berkomitmen menjadikan budaya berbagi praktik baik sebagai bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran PJOK di satuan pendidikan.(Red)















