Rabu, 16 September 2026

42 SD se-Kecamatan Batukliang Bersatu, KKG PJOK Dorong Guru Hadirkan Perangkat Ajar yang Lebih Bermakna

 

42 SD se-Kecamatan Batukliang Bersatu, KKG PJOK Dorong Guru Hadirkan Perangkat Ajar yang Lebih Bermakna

                                                                   

BATUKLIANG suara komunitas (SK) — Sebanyak 42 sekolah dasar se-Kecamatan Batukliang mengikuti kegiatan Berbagi Praktik Baik dan Penyusunan Perangkat Ajar yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Batukliang, Rabu (16/9/2026), di SDN Lekong Madi. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kapasitas guru PJOK dalam merancang pembelajaran yang lebih terarah, kontekstual, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Hasanudin,S.Pd bersama Ketua KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Samsul Rizal, S.Pd. Keduanya menegaskan pentingnya KKG sebagai ruang belajar bersama bagi guru, bukan sekadar forum administratif.

Melalui kegiatan berbagi praktik baik, guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai penyusunan perangkat ajar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran PJOK di sekolah masing-masing.

Perangkat Ajar Harus Menjadi Instrumen Pembelajaran

Sebagai narasumber, Lalu Hadid Warsito, S.Pd,M.Pd Ketua KKG PJOK sekaligus Ketua IGORNAS, memberikan penguatan mengenai pentingnya menyusun perangkat ajar yang tidak berhenti pada kelengkapan administrasi.

Menurutnya, perangkat ajar harus benar-benar menjadi pedoman kerja guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

“Perangkat ajar jangan hanya selesai sebagai dokumen. Ia harus menjadi peta jalan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai,” ujar Lalu Hadid Warsito.

Ia juga menekankan bahwa guru PJOK memiliki tantangan tersendiri karena pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi banyak melibatkan aktivitas gerak, lingkungan sekolah, sarana-prasarana, kondisi fisik peserta didik, serta keberagaman kemampuan dan karakter siswa.

Karena itu, penyusunan perangkat ajar perlu dilakukan secara fleksibel, realistis, kontekstual, dan adaptif terhadap kondisi satuan pendidikan.

KKG sebagai Ruang Kolaborasi Profesional

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari 42 sekolah dasar tersebut berlangsung dalam suasana interaktif. Para guru didorong untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengangkat pengalaman nyata yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran.

Forum tersebut menjadi ruang untuk mendiskusikan bagaimana guru dapat menyusun perangkat ajar yang selaras antara tujuan pembelajaran, aktivitas gerak, asesmen, serta karakteristik peserta didik.

Ketua KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Samsul Rizal, S.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan KKG harus mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran guru PJOK.

“KKG harus menjadi tempat guru belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Ketika guru saling berbagi praktik baik, pengalaman yang dimiliki satu sekolah dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris KKG PJOK Kecamatan Batukliang, Hasanudin,S.Pd menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membangun budaya kolaborasi dan refleksi di kalangan guru.

Dari Berbagi Praktik Baik Menuju Pembelajaran Berkualitas

Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan perangkat ajar, tetapi juga membangun kesadaran bahwa peningkatan mutu pembelajaran membutuhkan proses yang berkelanjutan.

Guru diharapkan mampu melakukan refleksi terhadap perangkat yang telah digunakan, melihat efektivitasnya dalam pembelajaran, kemudian melakukan perbaikan berdasarkan kebutuhan peserta didik dan pengalaman di lapangan.

Dengan keterlibatan 42 sekolah dasar, kegiatan KKG PJOK Kecamatan Batukliang menjadi salah satu bentuk nyata penguatan komunitas belajar guru. Kolaborasi antarguru diharapkan terus berkembang sehingga praktik baik yang muncul dari satu sekolah dapat direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan di sekolah lainnya.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perangkat ajar bukan semata-mata terlihat dari kelengkapan formatnya, tetapi dari sejauh mana perangkat tersebut mampu membantu guru menghadirkan pembelajaran PJOK yang aktif, aman, menyenangkan, inklusif, dan memberikan dampak nyata terhadap perkembangan peserta didik.

KKG PJOK Kecamatan Batukliang berkomitmen menjadikan budaya berbagi praktik baik sebagai bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran PJOK di satuan pendidikan.(Red)

Senin, 14 September 2026

H. Lalu Firman Wijaya Hadiri Upacara Bendera di SDN 22 Praya, Tanamkan Semangat Disiplin dan Karakter Pramuka

 

H. Lalu Firman Wijaya Hadiri Upacara Bendera di SDN 22 Praya, Tanamkan Semangat Disiplin dan Karakter Pramuka

Foto bersama guru dan kepala sekolah 

 SUARA KOMUNITAS (SK)Praya, 14 September 2026— Pelaksanaan upacara bendera di SDN 22 Praya pada Senin (14/9/2026) berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat. Berbeda dari biasanya, seluruh peserta upacara mengenakan seragam Pramuka, sehingga suasana semakin mencerminkan semangat kedisiplinan, kebersamaan, dan pembentukan karakter generasi muda.

Upacara tersebut dihadiri oleh Ketua PGRI, H Sumum, dan H Syafrudin, serta mendapat perhatian khusus dari H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lombok Tengah sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, yang bertindak sebagai Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, H. Lalu Firman Wijaya menyampaikan pentingnya membangun karakter peserta didik sejak dini melalui pembiasaan positif, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan kepramukaan yang menekankan pembentukan generasi muda yang mandiri, tangguh, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan.

“Pramuka bukan sekadar mengenakan seragam, tetapi bagaimana nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan gotong royong dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kepala SDN 22 Praya, Hj. Laela, S.Pd., M.Pd., bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan turut mendampingi jalannya upacara. Para peserta didik mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan menunjukkan sikap disiplin selama seluruh rangkaian upacara berlangsung.

Kehadiran Ketua Kwarcab Pramuka Lombok Tengah sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah menjadi momentum yang sangat berarti bagi keluarga besar SDN 22 Praya. Hal ini sekaligus memberikan motivasi kepada peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri melalui pendidikan, kegiatan kepramukaan, dan pembiasaan karakter positif.

Upacara bendera ini bukan hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai Nasionalisme, Disiplin, Kepemimpinan, Kebersamaan, dan Tanggung jawab kepada generasi penerus bangsa.

Jumat, 11 September 2026

SDN Sulin Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanganan Bencana Kebakaran Bersama DAMKARTAN Lombok Tengah

 

SDN Sulin Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanganan Bencana Kebakaran Bersama DAMKARTAN Lombok Tengah

Lombok Tengah suara komunitas (sk) — SDN Sulin melaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi penanganan bencana kebakaran bekerja sama dengan DAMKARTAN Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman warga sekolah terhadap potensi bencana kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik dan guru mendapatkan edukasi mengenai penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan, prosedur evakuasi, serta tindakan yang tepat ketika terjadi kebakaran. Tim DAMKARTAN juga memberikan praktik dan simulasi sederhana mengenai cara menghadapi kebakaran secara aman dan tepat.

Kegiatan berlangsung secara edukatif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan serta simulasi yang diberikan oleh petugas. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga keselamatan diri, mengenali sumber bahaya, serta mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat.

Kepala SDN Sulin, L. Abd Jihad Hadi, S.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu dikenalkan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan budaya keselamatan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini sangat penting untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana kebakaran. Kami berharap seluruh warga sekolah semakin sadar terhadap potensi bahaya dan mampu melakukan tindakan yang tepat ketika terjadi keadaan darurat,” ungkap L. Abd Jihad Hadi, S.Pd.

Kerja sama SDN Sulin dengan DAMKARTAN Kabupaten Lombok Tengah diharapkan dapat terus dikembangkan dalam rangka membangun satuan pendidikan yang aman, tanggap, dan siap menghadapi bencana.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebencanaan, tetapi merupakan kesadaran dan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.

SDN Sulin — Sekolah Aman, Warga Sekolah Tanggap Bencana.

Selasa, 25 Agustus 2026

IGORNAS Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan, Lalu Hadid Warsito Pimpin Kepengurusan Masa Bakti 2026–2029

 

IGORNAS Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan, Lalu Hadid Warsito Pimpin Kepengurusan Masa Bakti 2026–2029

LOMBOK TENGAH  SUARA KOMUNITAS (SK)— Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kabupaten Lombok Tengah resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2029. Kepengurusan tersebut disahkan melalui Surat Keputusan Pengurus Provinsi IGORNAS Nusa Tenggara Barat Nomor 104/SK–IGORNASNTB/VIII/2026 yang ditetapkan di Mataram pada 24 Agustus 2026.

Pengesahan kepengurusan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran guru olahraga sebagai bagian strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan jasmani, olahraga, dan pembinaan prestasi olahraga di Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam surat keputusan tersebut disebutkan bahwa pengesahan dilakukan sehubungan dengan telah terbentuknya susunan Pengurus IGORNAS Kabupaten Lombok Tengah masa bakti 2026–2029 berdasarkan hasil musyawarah pembentukan organisasi.

Hadid Warsito Dipercaya Memimpin IGORNAS Lombok Tengah

Dalam struktur kepengurusan yang ditetapkan, Lalu Hadid Warsito, S.Pd., M.Pd. dipercaya sebagai Ketua Pengurus IGORNAS Kabupaten Lombok Tengah untuk masa bakti 2026–2029. Ia didampingi oleh Pahrurriadi, S.Pd. sebagai Wakil Ketua I, Lalu Suriadi, S.Pd. sebagai Wakil Ketua II, Kamrin Amin, S.Pd. sebagai Sekretaris I, Sofyan Martila, S.Pd. sebagai Sekretaris II, serta Maryam Rahmah, S.Pd. sebagai Bendahara.

Komposisi tersebut diperkuat dengan sejumlah koordinator wilayah yang mencakup Wilayah Utara, Wilayah Tengah, dan Wilayah Selatan. Pembagian wilayah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan memperluas jangkauan program IGORNAS hingga ke berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah.

Perkuat Organisasi dan Pengembangan Profesional Guru Olahraga

Tidak hanya mengandalkan struktur inti, kepengurusan IGORNAS Lombok Tengah juga dilengkapi dengan sejumlah bidang strategis, yakni Bidang Organisasi, Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bidang Sarana dan Prasarana, Bidang Dana dan Usaha, serta Bidang Komunikasi, Informasi dan Kerja Sama.

Keberadaan bidang-bidang tersebut menunjukkan bahwa IGORNAS Lombok Tengah diarahkan tidak sekadar menjadi wadah administratif guru olahraga, tetapi juga sebagai organisasi profesi yang mampu mendorong pengembangan kompetensi, inovasi pembelajaran, penelitian, penguatan sarana olahraga, jejaring kerja sama, hingga pembinaan prestasi.

Bidang Penelitian dan Pengembangan, misalnya, memiliki ruang strategis dalam mendorong lahirnya kajian dan inovasi di bidang olahraga pendidikan. Sementara itu, bidang Sarana dan Prasarana dapat menjadi salah satu penggerak dalam mendorong pemanfaatan serta pengembangan fasilitas olahraga yang lebih efektif di satuan pendidikan.

Sinergi dengan Pemerintah dan Stakeholder Olahraga

Dalam struktur kepengurusan, sejumlah unsur pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga ditempatkan sebagai pelindung, penasihat, dan pembina. Di antaranya Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati Lombok Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Kemenag Kabupaten Lombok Tengah, Ketua Umum KONI Kabupaten Lombok Tengah, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Tengah.

Komposisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun sinergi lintas sektor. Guru olahraga tidak hanya memiliki peran dalam proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga berada pada posisi strategis dalam menemukan, mengembangkan, dan membina potensi olahraga peserta didik sejak usia dini.

Dengan demikian, keberadaan IGORNAS diharapkan mampu menjadi jembatan antara pendidikan, olahraga masyarakat, pembinaan atlet usia dini, dan olahraga prestasi di Kabupaten Lombok Tengah.

Menuju Ekosistem Olahraga Pendidikan yang Lebih Kuat

Kepengurusan baru IGORNAS Lombok Tengah memiliki tantangan sekaligus peluang yang besar. Perkembangan olahraga pendidikan membutuhkan guru olahraga yang adaptif, profesional, inovatif, serta mampu mengikuti perubahan paradigma pembelajaran dan perkembangan ilmu pengetahuan olahraga.

Di sisi lain, potensi olahraga pelajar di Lombok Tengah cukup besar. Sekolah merupakan salah satu basis utama dalam proses identifikasi dan pembinaan talenta olahraga. Karena itu, penguatan kapasitas guru PJOK dan guru olahraga menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Melalui kepengurusan masa bakti 2026–2029, IGORNAS Lombok Tengah diharapkan mampu menghadirkan program-program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Mulai dari peningkatan kompetensi profesional guru olahraga, pengembangan pembelajaran PJOK berbasis kebutuhan peserta didik, penelitian olahraga pendidikan, pembinaan talenta olahraga, hingga penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah dan organisasi olahraga.

Surat keputusan tersebut menegaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya, Pengurus IGORNAS Kabupaten Lombok Tengah harus tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IGORNAS. SK berlaku sejak tanggal ditetapkan, yaitu 24 Agustus 2026.

Momentum Membangun Prestasi dari Sekolah

Pengukuhan kepengurusan baru ini pada akhirnya bukan sekadar pergantian atau pembentukan struktur organisasi. Lebih jauh, momentum tersebut dapat menjadi titik awal untuk membangun gerakan bersama dalam menjadikan sekolah sebagai pusat pengembangan budaya hidup aktif, kebugaran jasmani, karakter, dan prestasi olahraga.

IGORNAS Lombok Tengah diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan olahraga pendidikan di era modern. Guru olahraga tidak hanya dituntut mengajarkan keterampilan gerak, tetapi juga membentuk peserta didik yang sehat, disiplin, sportif, percaya diri, mampu bekerja sama, serta memiliki gaya hidup aktif.

Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, kepengurusan IGORNAS Lombok Tengah masa bakti 2026–2029 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan olahraga di daerah.

Dari sekolah, talenta olahraga ditemukan. Dari guru olahraga, potensi dibina. Dan melalui sinergi yang kuat, prestasi Lombok Tengah dapat terus ditumbuhkan.

Minggu, 23 Agustus 2026

 

KKG PJOK Kecamatan Jonggat Perkuat Tindak Lanjut Asesmen TKPN untuk Mewujudkan Pembelajaran PJOK Berbasis Data

Lombok Tengah, 22 Agustus 2026 .Suara Komunitas (SK)— Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (KKG PJOK) Kecamatan Jonggat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK melalui pemanfaatan hasil asesmen secara sistematis dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tindak Lanjut Asesmen Awal Tahun melalui Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di SDN 3 Puyung. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para guru PJOK untuk melakukan refleksi, membahas hasil pelaksanaan TKPN, sekaligus merumuskan strategi tindak lanjut yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari pelaksanaan asesmen diagnostik awal tahun yang telah dilakukan oleh guru PJOK SD se-Kecamatan Jonggat. Melalui asesmen tersebut, guru memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kebugaran peserta didik yang selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam merancang pembelajaran sesuai kebutuhan, karakteristik, dan kemampuan peserta didik.

Dari Data Asesmen Menuju Tindakan Nyata

Ketua KKG PJOK Kecamatan Jonggat, Lalu Hadid Warsito, S.Pd.Gr., M.Pd., menegaskan pentingnya mengubah hasil asesmen menjadi informasi yang memiliki manfaat nyata bagi proses pembelajaran.

Asesmen, menurut kerangka kegiatan KKG, tidak berhenti pada kegiatan mengukur dan menghasilkan angka. Data hasil TKPN perlu dianalisis untuk mengetahui kondisi peserta didik, memetakan kebutuhan kebugaran, serta menentukan bentuk intervensi pembelajaran yang tepat.

“Hasil asesmen harus menjadi dasar untuk mengambil tindakan pembelajaran. Guru tidak cukup hanya mengetahui nilai peserta didik, tetapi perlu memahami apa makna dari data tersebut dan bagaimana menggunakannya untuk membantu peserta didik berkembang,” demikian semangat yang menjadi landasan kegiatan tindak lanjut KKG PJOK Kecamatan Jonggat.

Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan pendampingan khusus, menentukan program remedial maupun pengayaan, serta menyusun strategi pembelajaran PJOK yang lebih responsif terhadap kondisi nyata peserta didik.

Guru PJOK Didorong Lebih Cermat Membaca Hasil TKPN

Dalam pelaksanaan kegiatan, pembahasan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan TKPN, pengolahan dan analisis hasil asesmen, pemetaan kondisi kebugaran peserta didik, hingga penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Selain itu, peserta juga membahas penyusunan program remedial dan pengayaan serta strategi pembelajaran PJOK berdasarkan hasil asesmen. Diskusi dan refleksi terhadap pelaksanaan TKPN menjadi bagian penting agar pengalaman di lapangan dapat menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan asesmen berikutnya.

Forum KKG juga menjadi ruang berbagi praktik antarguru. Berdasarkan notulen kegiatan, pembahasan mencakup praktik pelaksanaan TKPN oleh guru olahraga, termasuk aspek teknis pengukuran dan pencatatan hasil. Di antaranya dibahas pelaksanaan lari 20 meter, pengukuran jarak dan waktu, serta teknik pengukuran beberapa komponen kebugaran.

Memperkuat Budaya Kolaborasi Guru

Kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pembelajaran PJOK tidak hanya bergantung pada kemampuan guru secara individual, tetapi juga membutuhkan budaya kolaborasi melalui KKG.

Dengan berbagi pengalaman, mendiskusikan kendala teknis, serta menyamakan pemahaman terhadap prosedur asesmen, guru dapat membangun praktik pembelajaran yang lebih terarah dan konsisten.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan KKG PJOK Kecamatan Jonggat untuk menjadikan hasil TKPN sebagai bagian dari proses perencanaan pembelajaran, bukan sekadar dokumen administrasi.

Dalam undangan kegiatan, guru juga diarahkan membawa rekap hasil asesmen TKPN, data pemetaan atau kategori kebugaran, serta perangkat pembelajaran yang relevan untuk dikembangkan dalam kegiatan RTL.

Menuju Pembelajaran PJOK yang Lebih Personal dan Bermakna

Tindak lanjut asesmen TKPN memiliki arti penting dalam membangun pembelajaran PJOK yang lebih berbasis data, adaptif, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.

Setiap peserta didik memiliki kondisi fisik, kemampuan gerak, pengalaman olahraga, dan tingkat kebugaran yang berbeda. Karena itu, hasil asesmen dapat menjadi pijakan bagi guru untuk menentukan bentuk pembelajaran yang lebih sesuai, memberikan tantangan yang proporsional, sekaligus memberikan pendampingan kepada peserta didik yang membutuhkan.

Pada akhirnya, asesmen bukanlah tujuan akhir. Nilai terpenting dari asesmen terletak pada keputusan pembelajaran yang lahir setelah data tersebut dianalisis.

Melalui kegiatan tindak lanjut ini, KKG PJOK Kecamatan Jonggat menunjukkan langkah konkret menuju praktik pembelajaran PJOK yang lebih reflektif dan berbasis bukti. Hasil TKPN diharapkan tidak berhenti sebagai angka dalam lembar rekap, tetapi berkembang menjadi peta kebutuhan peserta didik, dasar perencanaan pembelajaran, serta pijakan untuk meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup aktif peserta didik secara berkelanjutan.

Kegiatan KKG tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa guru PJOK memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya terampil bergerak, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kebugaran, kesehatan, dan gaya hidup aktif sejak usia sekolah.

Jumat, 14 Agustus 2026

PEMBAGIAN HADIAH LOMBA GERAK JALAN HUT KE-81 RI KECAMATAN JONGGAT BERLANGSUNG MERIAH

 

PEMBAGIAN HADIAH LOMBA GERAK JALAN HUT KE-81 RI KECAMATAN JONGGAT BERLANGSUNG MERIAH

                             

SUARA KOMUNITAS (SK) Jonggat 14 agustus,Lombok Tengah — Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kecamatan Jonggat terus berlangsung dengan penuh semangat. Setelah sukses melaksanakan lomba Gerak Jalan Cepat Tepat yang diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan penghargaan kepada para pemenang.

Kegiatan pembagian hadiah dilaksanakan di Aula Gedung PGRI Kecamatan Jonggat dan dihadiri oleh jajaran Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Jonggat, pengurus PGRI, panitia, serta para penerima penghargaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada sekolah dan regu yang telah menunjukkan prestasi, kedisiplinan, sportivitas, kreativitas, serta semangat dalam mengikuti lomba.

Pembagian hadiah tersebut turut dikoordinasikan oleh Korwil Kecamatan Jonggat, Muh. Jaelani, bersama Ketua PGRI Kecamatan Jonggat, Zaenal, S.Pd. Keduanya memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh peserta, guru pendamping, panitia, juri, dan berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Gerak Jalan dalam rangka HUT ke-81 RI.

Dalam kesempatan tersebut, suasana penuh kebersamaan terlihat ketika para pemenang menerima penghargaan berupa piala dan sertifikat. Penghargaan tidak hanya diberikan kepada juara utama, tetapi juga kepada regu yang dinilai memiliki karakter dan keunggulan khusus.

Berdasarkan daftar resmi pemenang, untuk kategori putra, Juara I diraih oleh SDN 1 Perina, Juara II SDN 1 Barejulat, dan Juara III SDN 2 Labulia. Sementara kategori Juara Harapan I sampai V masing-masing diraih oleh SDN 1 Ubung, SDN Selanglet, SDN 2 Bunjeruk, SDN Galang Bulan, dan SDN Bunsambang.

Untuk kategori putri, Juara I diraih oleh SDN 1 Labulia, Juara II SDN 3 Puyung, dan Juara III SDN 1 Gemel. Adapun Juara Harapan I sampai V diraih oleh SDN Sulin, SDN 2 Perine, SDN 2 Nyerot, SDN 1 Sukarara, dan SDN Beber.

Selain penghargaan berdasarkan peringkat, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan kategori khusus, sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai positif yang ditampilkan peserta selama kegiatan. Penghargaan tersebut meliputi Regu Terfavorit kepada SDN Manggong, Regu Paling Sportif kepada SDN 3 Berejulat, Regu Paling Semangat kepada SDN Dasan Baru, Regu Paling Disiplin kepada SDN Dasan Sebelek, serta Regu dengan Semangat Juang Terbaik kepada SDN Burhana.

Sementara itu, pada kategori kreativitas diberikan penghargaan kepada SDN Aik Ara sebagai Regu Kreativitas Terbaik, SDN Embung Duduk sebagai Regu Yel-Yel Terbaik, serta SDN 2 Labulia sebagai Regu Inspiratif.

Korwil Kecamatan Jonggat Muh. Jaelani,S.Pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah yang telah berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan Gerak Jalan bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan juara, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, sportivitas, kreativitas, dan semangat kebersamaan di kalangan peserta didik.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kecamatan Jonggat, Zaenal, S.Pd., memberikan penghargaan kepada seluruh peserta dan guru pendamping yang telah mempersiapkan regu masing-masing dengan penuh kesungguhan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan semangat kebangsaan peserta didik.

Pembagian hadiah berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebanggaan. Para pemenang berfoto bersama sambil membawa piala dan sertifikat penghargaan sebagai bukti atas prestasi yang telah mereka raih.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian perlombaan Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Kecamatan Jonggat dengan pesan penting bahwa setiap peserta adalah pemenang ketika mampu menunjukkan disiplin, sportivitas, kekompakan, kreativitas, dan semangat juang dalam setiap langkahnya.

Dengan suksesnya kegiatan tersebut, diharapkan semangat memperingati kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus tumbuh menjadi semangat untuk membangun generasi muda Kecamatan Jonggat yang sehat, disiplin, berkarakter, sportif, kreatif, dan berprestasi.

Minggu, 09 Agustus 2026

KETUA K3S LEPAS RATUSAN REGU GERAK JALAN CEPAT TEPAT, SEMARAK HUT KE-81 RI BERGEMA DI JONGGAT

 

KETUA K3S LEPAS RATUSAN REGU GERAK JALAN CEPAT TEPAT, SEMARAK HUT KE-81 RI BERGEMA DI JONGGAT


Ketua K3S Kecamatan Jonggat melepas peserta Gerak Jalan Cepat Tepat tingkat Kecamatan Jonggat dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan terselenggara melalui kolaborasi KKG PJOK dan PGRI Kecamatan Jonggat dengan melibatkan sekolah-sekolah se-Kecamatan Jonggat.

SUARA KOMUNITAS (SK) JONGGAT, 9 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan menggema di Kecamatan Jonggat. Ratusan regu dari berbagai sekolah se-Kecamatan Jonggat mengikuti Gerak Jalan Cepat Tepat Tingkat Kecamatan Jonggat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung meriah, penuh semangat, dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta, guru, pembina, serta masyarakat. Para peserta tampil dengan berbagai seragam dan atribut sekolah masing-masing, mencerminkan kreativitas, kekompakan, dan semangat kebersamaan dalam menyambut hari kemerdekaan.

Kegiatan secara resmi dilepas oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Jonggat. Pelepasan tersebut menjadi penanda dimulainya perlombaan yang mempertemukan ratusan regu dari sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Jonggat.

Gerak Jalan Cepat Tepat ini terselenggara melalui kolaborasi KKG PJOK dan PGRI Kecamatan Jonggat, dengan dukungan penuh dari para kepala sekolah, guru, pembina, dan seluruh satuan pendidikan yang berpartisipasi.

Ketua PGRI: Momentum Mempererat Persatuan

Ketua PGRI Kecamatan Jonggat, Zaenal, S.Pd., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan gerak jalan bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan dan persaudaraan antarsekolah.

“Kami dari PGRI Kecamatan Jonggat sangat mengapresiasi kegiatan ini. Gerak jalan menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi antarguru, antarsekolah, dan tentunya antarpeserta didik. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga dan kembangkan,” ujar Zaenal, S.Pd.

Ia menambahkan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Anak-anak perlu belajar bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan. Karena itu, semangat disiplin, kerja keras, gotong royong, sportivitas, dan pantang menyerah harus terus kita tanamkan melalui berbagai kegiatan positif seperti ini,” tambahnya.

K3S Jonggat Selatan: Pendidikan Karakter Melalui Olahraga

Sementara itu, Ketua K3S Jonggat Selatan, Bq. Nely, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan gerak jalan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik.

Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa karena mereka belajar secara langsung mengenai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas.

“Kegiatan seperti ini sangat positif bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar tentang olahraga, tetapi juga belajar bagaimana bekerja sama, menjaga kekompakan, mengikuti aturan, dan bertanggung jawab terhadap regunya. Nilai-nilai inilah yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak,” ungkap Bq. Nely, S.Pd.

Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

“Kami memberikan apresiasi kepada KKG PJOK, PGRI, para kepala sekolah, guru, pembina, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan meriah dan tertib. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin baik pada tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

KKG PJOK: Gerak Jalan Bukan Sekadar Mencari Juara

Ketua KKG PJOK Kecamatan Jonggat, Lalu Hadid Warsito, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk mencari pemenang, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik melalui aktivitas olahraga.

“Kegiatan ini bukan semata-mata mencari siapa yang tercepat atau siapa yang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak belajar tentang disiplin, kekompakan, tanggung jawab, sportivitas, dan semangat kebersamaan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada PGRI, K3S, seluruh kepala sekolah, guru, pembina, peserta, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan.

“Ini adalah kerja bersama. KKG PJOK tidak mungkin dapat melaksanakan kegiatan sebesar ini tanpa dukungan semua pihak. Kolaborasi antara KKG PJOK dan PGRI menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan ini,” tambahnya.

Ratusan Regu, Satu Semangat Kemerdekaan

Kemeriahan semakin terasa ketika ratusan regu mulai bergerak mengikuti rute yang telah ditentukan. Sorak-sorai dukungan dari guru, orang tua, dan masyarakat menambah semangat para peserta.

Setiap regu berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya. Ketepatan langkah, kerapian barisan, kekompakan, kedisiplinan, dan semangat menjadi bagian penting yang terlihat sepanjang perlombaan.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana olahraga dapat menjadi media pendidikan karakter dan pemersatu.

Melalui kegiatan tersebut, semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya dirayakan melalui kemeriahan, tetapi juga melalui gerakan nyata untuk membangun generasi muda yang sehat, disiplin, sportif, percaya diri, dan memiliki semangat kebangsaan.

Kegiatan Gerak Jalan Cepat Tepat Kecamatan Jonggat akhirnya menjadi momentum penting yang mempertemukan siswa, guru, kepala sekolah, organisasi profesi, dan masyarakat dalam satu semangat:

“Bergerak Bersama, Sehat Bersama, Kompak Bersama, dan Berprestasi untuk Indonesia.”

 Semarak HUT ke-81 RI, KKG PJOK dan PGRI Jonggat Gelar Gerak Jalan Cepat Tepat, Ratusan Regu Tampilkan Semangat dan Kekompakan

SUARA KOMUNITAS (SK) .JONGGAT, 9 Agustus 2026 — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di Kecamatan Jonggat. Ratusan regu dari berbagai sekolah di seluruh wilayah Kecamatan Jonggat mengikuti kegiatan Gerak Jalan Cepat Tepat yang berlangsung meriah, penuh semangat, dan sarat dengan nilai kebersamaan.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (KKG PJOK) Kecamatan Jonggat bersama PGRI Kecamatan Jonggat sebagai bentuk partisipasi aktif insan pendidikan dalam menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak kegiatan dimulai, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Para siswa tampil dengan berbagai seragam dan atribut khas sekolah masing-masing. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam menjaga ketertiban dan kekompakan barisan, tetapi juga memperlihatkan semangat, keceriaan, dan rasa percaya diri dalam mengikuti perlombaan.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya para guru, pembina, serta masyarakat yang memberikan dukungan kepada peserta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarsekolah sekaligus membangun karakter peserta didik melalui olahraga.

Ketua KKG PJOK Kecamatan Jonggat, Lalu Hadid Warsito, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara KKG PJOK dan PGRI dalam memberikan ruang positif bagi peserta didik untuk memperingati Hari Kemerdekaan.

“Gerak jalan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan disiplin, kekompakan, sportivitas, tanggung jawab, serta semangat nasionalisme kepada anak-anak kita,” ungkapnya.

Menurutnya, tingginya partisipasi sekolah menunjukkan bahwa semangat kebersamaan di lingkungan pendidikan Kecamatan Jonggat sangat kuat. Kolaborasi antara KKG PJOK dan PGRI Kecamatan Jonggat juga menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Gerak jalan juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik. Mereka belajar bekerja sama dalam satu regu, menjaga konsistensi langkah, mematuhi aturan, serta menyelesaikan perlombaan dengan penuh tanggung jawab.

Tidak hanya menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini sekaligus menjadi perayaan kemerdekaan yang menyatukan siswa, guru, sekolah, organisasi profesi, dan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan.

Dengan semangat “Kemerdekaan, Kebersamaan, dan Sportivitas”, KKG PJOK dan PGRI Kecamatan Jonggat berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan budaya olahraga di lingkungan sekolah.

Gerak jalan ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, tetapi juga melalui gerak, kebersamaan, sportivitas, dan prestasi generasi muda.

Kamis, 25 Juni 2026

KONTINGEN O2SN LOMBOK TENGAH RESMI DILEPAS, KADISDIKBUD TARGETKAN JUARA UMUM NTB 2026

 

KONTINGEN O2SN LOMBOK TENGAH RESMI DILEPAS, KADISDIKBUD TARGETKAN JUARA UMUM NTB 2026

                                                                                                                                                                     
LOMBOK TENGAH , Praya 25 Juni 2026(SUARA KOMUNITAS -SK) – Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupaten Lombok Tengah tingkat Sekolah Dasar (SD) resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. L. Idham Khalid, M.Pd, didampingi Dr. H. Jumadi, M.Pd, pada kegiatan apel pagi sekaligus peringatan 10 Muharam 1448 H yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (25/6/2026).

Pelepasan kontingen berlangsung penuh semangat dan optimisme. Para atlet, pelatih, serta official hadir mengenakan seragam kontingen Lombok Tengah sebagai simbol kesiapan mengikuti ajang O2SN Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. L. Idham Khalid, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan pihak sekolah yang telah bekerja keras mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Beliau berharap para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik serta menjaga nama baik daerah.

"Kami berharap seluruh atlet Lombok Tengah dapat bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan prestasi terbaik. Dengan persiapan yang telah dilakukan, kami optimis Lombok Tengah mampu meraih hasil maksimal bahkan menjadi Juara Umum O2SN Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. H. Jumadi, M.Pd memberikan motivasi kepada para atlet agar tetap percaya diri, disiplin, dan fokus selama mengikuti pertandingan.

Kontingen SD Kabupaten Lombok Tengah tahun ini mengirimkan 10 atlet pada 5 cabang olahraga (cabor) dengan 5 nomor pertandingan utama, yang akan bersaing dengan kontingen dari seluruh kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat.

Jadwal Pelaksanaan O2SN Tingkat Provinsi NTB 2026

Berdasarkan jadwal resmi panitia, pelaksanaan O2SN SD/MI dan SMP/MTs Tingkat Provinsi NTB akan berlangsung pada 28–30 Juni 2026.

Cabang Olahraga dan Lokasi Pertandingan

NoCabang OlahragaLokasiTanggal
1AtletikGOR Turide Mataram28 Juni 2026
2RenangKolam Renang Wira Bhakti Gebang Mataram28 Juni 2026
3BulutangkisGOR SCAPE Jl. Airlangga28 Juni 2026
4Pencak SilatGelanggang Pemuda28 Juni 2026
5Panjat TebingGelanggang Pemuda28 Juni 2026
6SenamSanggar Senam Selagalas28 Juni 2026


Registrasi dan Technical Meeting

  • Registrasi Kontingen Lombok Tengah
    • Tanggal : 28 Juni 2026
    • Waktu : 10.00 WITA
    • Tempat : BPMP Provinsi NTB 
  • Technical Meeting (Wajib Pelatih/Official)
    • Tanggal : 28 Juni 2026
    • Waktu : 16.00 WITA
    • Tempat : Aula BPMP Provinsi NTB 

Optimisme Lombok Tengah

Keberangkatan kontingen ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam membina prestasi olahraga pelajar. Dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah, pelatih, serta orang tua diharapkan mampu menjadi energi positif bagi para atlet untuk tampil maksimal.

Dengan semangat "Berprestasi, Sportif, dan Mengharumkan Nama Daerah", seluruh masyarakat Lombok Tengah menaruh harapan besar agar para atlet mampu membawa pulang prestasi terbaik dan mewujudkan target besar sebagai Juara Umum O2SN Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026.

Reporter: Humas Kontingen O2SN Lombok Tengah 2026.

Selasa, 16 Juni 2026

Lombok Tengah Juara Umum MTQ XXXI NTB, Malam Penutupan Berlangsung Spektakuler dan Dipadati Ribuan Penonton

 

Lombok Tengah Juara Umum MTQ XXXI NTB, Malam Penutupan Berlangsung Spektakuler dan Dipadati Ribuan Penonton

Praya, Lombok Tengah (SUARA KOMUNITAS -SK) – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi ditutup dalam sebuah malam penuh kemeriahan dan kebanggaan di pelataran utama Bencingah Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa malam. Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati arena utama sejak sore hari untuk menyaksikan puncak rangkaian MTQ yang telah berlangsung selama sepekan.

Suasana semakin semarak ketika hasil akhir perlombaan diumumkan. Kafilah Kabupaten Lombok Tengah berhasil keluar sebagai Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB, sebuah prestasi yang disambut dengan sorak sorai, tepuk tangan meriah, dan rasa haru dari seluruh masyarakat yang hadir.

Kemenangan ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan para qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta dari berbagai cabang musabaqah yang selama ini dilakukan secara berkesinambungan. Sebagai tuan rumah, Lombok Tengah tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga mampu mengukir prestasi tertinggi pada ajang syiar Islam bergengsi tingkat provinsi tersebut.

Malam penutupan diawali dengan penampilan memukau Paduan Suara Gita Bahana Tastura. Puluhan penyanyi yang terdiri dari para ASN,Guru,Siswa dan Mahasiswa dan tenaga pendidik terbaik Kabupaten Lombok Tengah tampil dengan penuh khidmat membawakan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan Mars MTQ.

Harmonisasi suara yang kuat, dipadukan dengan penampilan yang anggun dan penuh penghayatan, sukses menciptakan suasana yang megah sekaligus menggetarkan hati. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari ribuan penonton yang memenuhi area Bencingah. Banyak tamu undangan tampak memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk apresiasi atas kualitas vokal dan kekompakan para personel Gita Bahana Tastura.

Tidak sedikit penonton yang mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam mereka. Atmosfer kebanggaan semakin terasa ketika lagu-lagu yang dibawakan menggema di seluruh arena, menciptakan pembukaan yang begitu berkesan sebelum rangkaian acara penutupan dimulai.

Selain prosesi penyerahan piala dan penghargaan kepada para juara, malam penutupan juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan hiburan religi yang semakin menyemarakkan suasana. Kehadiran ribuan masyarakat menunjukkan tingginya antusiasme terhadap penyelenggaraan MTQ sebagai ajang syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah antar daerah di Nusa Tenggara Barat.

Keberhasilan penyelenggaraan MTQ XXXI NTB di Lombok Tengah menjadi catatan manis bagi seluruh masyarakat. Tidak hanya sukses sebagai tuan rumah yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah, Lombok Tengah juga berhasil menorehkan sejarah dengan meraih gelar Juara Umum di hadapan masyarakatnya sendiri.

Malam penutupan pun ditutup dengan penuh sukacita, menjadi simbol keberhasilan penyelenggaraan MTQ XXXI NTB yang berlangsung tertib, meriah, dan sarat makna. Prestasi yang diraih Lombok Tengah diharapkan menjadi motivasi untuk terus membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari serta melahirkan generasi Qur'ani yang berprestasi di masa mendatang.

SPPG Sukarara Jonggat Terus Berbenah, Hadirkan Pelayanan Maksimal Program Makan Bergizi Gratis untuk Sekolah di SUKARARA

 

SPPG Sukarara Jonggat Terus Berbenah, Hadirkan Pelayanan Maksimal Program Makan Bergizi Gratis untuk  Sekolah di SUKARARA


Lombok Tengah (suara komunitas -sk)
– Komitmen menghadirkan layanan terbaik dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus ditunjukkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarara, Kecamatan Jonggat, yang berada di bawah naungan Yayasan Tangkas Harapan Ummah. Dipimpin oleh pemiliknya, Adis, dapur SPPG ini menjadi salah satu garda terdepan dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik melalui pelayanan yang profesional, higienis, dan tepat waktu.

Sebagai bagian dari implementasi Program MBG, SPPG memiliki peran penting dalam memastikan proses produksi hingga distribusi makanan bergizi berjalan sesuai standar keamanan pangan dan kebutuhan gizi peserta didik. Pemerintah sendiri menempatkan SPPG sebagai ujung tombak keberhasilan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

Saat ini, SPPG Sukarara melayani kebutuhan makanan bergizi bagi tujuh sekolah yang berada di Desa Sukarara. Setiap hari, tim dapur bekerja sejak dini hari untuk memastikan setiap menu yang disajikan memenuhi prinsip gizi seimbang, diolah dengan menjaga kebersihan, dan didistribusikan tepat waktu sehingga dapat dinikmati para siswa dalam kondisi terbaik.

Menurut Adis, pelayanan yang optimal bukan hanya soal menyajikan makanan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas layanan yang terus meningkat.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak sekolah. Setiap hari kami terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar kualitas makanan, kebersihan dapur, serta ketepatan distribusi semakin baik. Harapan kami, anak-anak mendapatkan asupan gizi yang berkualitas sehingga dapat belajar dengan sehat dan semangat," ungkap Adis.

Semangat terus berbenah menjadi budaya kerja di lingkungan SPPG Sukarara. Mulai dari peningkatan standar operasional dapur, penguatan kedisiplinan tim, pemeliharaan peralatan, hingga evaluasi menu secara berkala dilakukan agar pelayanan semakin efektif dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Kolaborasi antara Yayasan Tangkas Harapan Ummah, tenaga dapur, sekolah, serta berbagai pihak terkait menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan program. Dengan sinergi tersebut, SPPG Sukarara tidak hanya berfungsi sebagai dapur produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.

Ke depan, Yayasan Tangkas Harapan Ummah berharap pelayanan yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak peserta didik yang merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Komitmen untuk memberikan pelayanan maksimal, menjaga kualitas makanan, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia.

"Terus Berbenah, Melayani dengan Hati, Menyiapkan Generasi Sehat Berprestasi."

Jumat, 12 Juni 2026

Semarak Penutupan MTQ XXXI NTB 2026: Syiar Al-Qur'an Berpadu dengan Harmoni Musik, Penampilan Fatin Shidqia Siap Memukau Ribuan Penonton

 Semarak Penutupan MTQ XXXI NTB 2026: Syiar Al-Qur'an Berpadu dengan           Harmoni Musik, Penampilan Fatin Shidqia Siap Memukau Ribuan Penonton 

Praya, Lombok Tengah (suara komunitas-SK )– Malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan menjadi momen yang paling dinantikan masyarakat. Setelah lebih dari sepekan menghadirkan kompetisi terbaik para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan peserta dari seluruh kabupaten/kota di NTB, puncak acara akan dikemas secara meriah dengan nuansa religius, budaya, dan hiburan yang berkelas. Rangkaian MTQ XXXI sendiri berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah pada 7–16 Juni 2026. 
   Sorotan utama malam penutupan adalah rencana kehadiran penyanyi nasional Fatin Shidqia, yang akan menghibur masyarakat melalui penampilan spesial bernuansa inspiratif. Kehadiran Fatin diharapkan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menambah kemeriahan perhelatan MTQ, tanpa mengurangi nilai utama acara sebagai media syiar Al-Qur'an.
Masyarakat dari berbagai daerah diperkirakan akan memadati arena utama MTQ untuk menyaksikan penutupan yang menjadi simbol berakhirnya ajang pembinaan generasi Qur'ani terbesar di Provinsi NTB. Antusiasme tersebut mencerminkan besarnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang mampu mempersatukan berbagai elemen dalam suasana penuh kebersamaan.
  Selain penampilan artis nasional, malam penutupan juga akan diisi dengan prosesi pengumuman para juara, penyerahan piala kepada kafilah berprestasi, serta penampilan seni budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi Nusa Tenggara Barat. Perpaduan nilai religius, budaya lokal, dan hiburan yang santun diharapkan menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh peserta maupun tamu undangan.
  Selama penyelenggaraannya, MTQ XXXI NTB telah menjadi wadah untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Semangat kompetisi yang sehat, pembinaan generasi Qur'ani, dan kolaborasi seluruh pemerintah daerah menjadi bukti bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat karakter religius masyarakat NTB.
  Malam penutupan ini diharapkan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh kafilah, tamu undangan, dan masyarakat. Alunan ayat suci yang telah menggema selama pelaksanaan MTQ akan berpadu dengan penampilan istimewa, menjadi penutup yang penuh makna sekaligus menguatkan pesan bahwa syiar Islam dapat berjalan harmonis bersama seni, budaya, dan persatuan masyarakat.

Kamis, 11 Juni 2026

10 Pendidik Kecamatan Jonggat Menggema Bersama Gita Bahana Tastura di Panggung MTQ XXXI NTB 2026

 

Rabu, 10 Juni 2026

 

Gita Bahana Tastura Memukau pada Malam Pembukaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB 2026

Lombok Tengah, 9 Juni 2026 – Malam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh khidmat di arena utama MTQ Kabupaten Lombok Tengah. Ribuan masyarakat bersama seluruh kafilah dari kabupaten dan kota se-NTB memadati lokasi acara untuk menyaksikan pembukaan ajang syiar Islam terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut.

Acara pembukaan dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bupati Lombok Tengah selaku tuan rumah, para bupati dan wali kota se-Provinsi NTB, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Suasana pembukaan semakin semarak ketika Gita Bahana Tastura tampil membawakan sejumlah lagu bernuansa religi dan kebangsaan. Penampilan paduan suara kebanggaan Kabupaten Lombok Tengah tersebut berhasil memukau seluruh hadirin dengan harmoni vokal yang indah, penampilan yang rapi, serta penuh penghayatan. Tepuk tangan meriah dari ribuan penonton mengiringi setiap lagu yang dibawakan, menjadikan penampilan Gita Bahana Tastura sebagai salah satu momen yang paling berkesan pada malam pembukaan.

Kehadiran seluruh kafilah dari 10 kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat semakin menambah semarak suasana. Para peserta tampil mengenakan busana daerah dan pakaian khas masing-masing kontingen, mencerminkan keberagaman budaya yang berpadu dalam semangat persatuan dan kecintaan terhadap Al-Qur'an.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB mengajak seluruh peserta untuk menjadikan MTQ bukan sekadar ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur'an, tetapi juga sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun karakter generasi Qur'ani, serta memperkokoh persatuan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Lombok Tengah sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, lancar, sukses, dan memberikan kesan terbaik bagi seluruh peserta maupun tamu yang hadir.

Pembukaan MTQ XXXI juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni Islami, serta prosesi pembukaan yang menggambarkan kekayaan budaya dan nilai-nilai religius masyarakat Nusa Tenggara Barat. Kemegahan tata panggung, tata cahaya, dan antusiasme masyarakat menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebanggaan.

Melalui penyelenggaraan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026, diharapkan lahir qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional, sekaligus memperkuat syiar Islam dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.

MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB 2026 bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkokoh persatuan, serta menumbuhkan semangat membumikan Al-Qur'an menuju masyarakat NTB yang religius, harmonis, dan berdaya saing.(LHW)